Bismillahhirrohmaannirrohiim,,,,,,

Selasa, 05 April 2011

keluarga berencana

MAKALAH KELUARGA BERENCANA

2.1 DEFINISI KELUARGA BERENCANA
Program KB merupakan salah satu usaha penanggulangan masalah, kependudukan, program Keluarga Berencana adalah bagian yang terpadu (integral) dalam program pembangunan nasional dan bertujuan untuk turut serta menciptakan kesejahteraan ekonomi, spiritual, dan sosial budaya penduduk Indonesia, agar dapat dicapai keseimbangan yang baik dengan kemampuan produksi nasional.

Definisi :
Keluarga Berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan dengan jalan memberikan nasihat perkawinan, pengobatan kemandulan dan penjarangan kelahiran.
Dalam program Keluarga Berencana Nasional saat ini baru dilakukan salah satu saja dari usaha Keluarga Berencana, yakni penjarangan kehamilan dengan pemberian alat kontrasepsi.

2.2 AKSEPTOR KB

Akseptor KB menurut sasarannya terbagi menjadi tiga fase yaitu fase menunda atau mencegah kehamilan, fase penjarangan kehamilan dan fase menghentikan atau mengakhiri kehamilan / kesuburan.

Akseptor KB lebih disarankan untuk Pasangan Usia Subur (PUS) dengan menggunakan alat kontrasepsi. Karena pada pasangan usia subur inilah yang lebih berpeluang besar untuk menghasilkan keturunan dan dapat meningkatkan angka kelahiran.

Macam-macam Akseptor KB

Akseptor keluarga berencana yang diikuti oleh pasangan usia subur dapat dibagi menjadi tiga macam :

1) Akseptor atau peserta KB baru, yaitu Pasangan Usia Subur yang pertama kali menggunakan kontrasepsi setelah mengalami kehamilan yang berakhir dengan keguguran atau persalinan.

2) Akseptor atau peserta KB lama, yaitu peserta yang masih menggunakan kontrasepsi tanpa diselingi kehamilan.

3) Akseptor atau peserta KB ganti cara, yaitu peserta KB yang ganti pemakaian dari suatu metode kontrasepsi ke metode kontrasepsi lainnya.

2.3 MANFAAT USAHA KELUARGA BERENCANA DI PANDANG DARI SEGI KESEHATAN.

1. Untuk ibu :

dengan tujuan mengatur jumlah dan karak kelahiran, ibu mendapat manfaat berupa : Perbaikan kesehatan badan karena tercegahnya kehamilan yang berulangkali dalam jangka waktu yang terlalu pendek.

peningkatan kesehatan mental dan sosial yang dimungkinkan oleh adanya waktu yang cukup untuk mengasuh anak-anak untuk beristirahat dan menikmati waktu terluang serta melakukan kegiatan-kegiatan lainnya.

2. Untuk anak-anak lain :

Memberikan kesempatan kepada mereka agar perkembangan fisiknya lebih baik karena setiap anak memperoleh makanan yang cukup dari sumber yang tersedia dalam keluarga.

Perkembangan mental dan sosialnya lebih sempurna karena pemeliharaan yang lebih baik dan lebih banyak waktu yang dapat diberikan oleh ibu untuk setiap anak.

perencanaan kesempatan pendidikan yang lebih baik karena sumber-sumber pendapatan keluarga tidak habis untuk mempertahankan hidup semata-mata.

3. Untuk ayah :

Untuk memberikan kesempatan kepadanya agar dapat : memperbaiki kesehatan mental dan sosial karena kesemasan berkurang serta lebih banyak waktu yang tertuang untuk keluarganya.

2.4 PENGARUH KELUARGA BERENCANA TERHADAP KESEHATAN

Pengaruh Keluarga Berencana dari sudut kesehatan terutama terjadi akibat-akibat berikut ini terhadap reproduksi manusia :

Pencegahan dari kehamilan dan kelahiran yang tak diinginkan, dan terjadinya kehamilan yang diinginkan yang dengan cara lain tak mungkin terjadi,

perubahan dari jumlah anak yang bisa dilahirkan seorang ibu,

variasi jarak waktu antara kehamilan, dan

perubahan saat terjadinya kelahiran terutama kelahiran yang pertama dan yang terakhir, sehubungan usia orang tua terutama si ibu.

2.5. PROSEDUR PELAKSANAAN

Berdasarkan proses kehamilan, maka partisipasi dan tanggung jawab masyarakat dalam gerakan Keluarga Berencana khususnya pelayanan kontrasepsi dapat dibedakan:
1. Gerakan KB Pra Mandiri.
Merupakan gerakan KB yang kegiatan pelayanannya masih memerlukan bantuan pemerintah sepenuhnya. Untuk itu disediakan pelayanan Keluarga Berencana secara cuma-cuma yang dapat diperoleh di klinik KB, Puskesmas, Rumah Sakit, dan Posyandu.
2. Gerakan KB Mandiri Parsial
Gerakan Keluarga Berencana yang pelayanannya dilakukan oleh para anggota organisasi profesi, organisasi masyarakat dan sektor swasta dalam jalur masing-masing serta kegiatan masyarakat umum yang sebagian memerlukan bantuan atau subsidi dari pemerintah atau anggota masyarakat lain.
Pelayanan ini bisa didapatkan pada klinik atau Rumah Sakit swasta, dokter,bidan praktek swasta, apotik, toko obat, penyalur kontrasepsi, atau sarana pelayanan Keluarga Berencana Mandiri lainnya dengan dukungan alat / obat kontrasepsi lingkaran biru.
3. Gerakan Keluarga Berencana Mandiri Penuh
Gerakan Keluarga Berencana yang pelayanannya dilakukan oleh para anggota organisasi profesi, organisasi masyarakat dan sektor swasta dalam jalur masing-masing serta kegiatan masyarakat umum yang hampir tidak memerlukan lagi bantuan dari pemerintah.

2.6 KONTRASEPSI SEDERHANA DENGAN ALAT ATAU OBAT
Maksud penggunaan alat adalah untuk menahan / menghalangi masuknya sperma ke dalam rongga rahim, sedangkan penggunaan obat dimaksudkan untuk melumpuhkan sperma. Kontrasepsi adalah : Alat untuk mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan intim. Cara kontrasepsi sifat nya tidak pemanen,dan memungkinkan pasangan untuk mendapatkan kembali anak apabila di inginkan.

2.6.1 Kondom
Kondom adalah suatu kantong karet yang tipis, berwarna atau tidak berwarna, dipakai untuk menutupi zakar yang berdiri sebelum dimasukan kedalam vagina sehingga mani tertampung didalamnya dan tidak masuk vagina, dengan demikian mencegah terjadinya pembuahan.

Fungsinya adalah.
- mencegah spermatozoa (sel mani) bertemu ovum (sel telur) pada waktu bersenggama.
- Untuk mencegah penularan penyakit kelamin.
Efek Samping / Komplikasi
- Kondom rusak / robek / bocor
- Iritasi lokal pada penis / reaksi alergi
- Mengurangi kenikmatan bersenggama
- Iritasi vagina

2.6.2. Pil

Pil adalah pil yang berisi hormon sintetik yang digunakan wanita secara periodik sebagai alat kontrasepsi. Berbagai pabrik farmasi telah memasarkan pil Keluarga Berencana dengan kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat memilih sesuai keberadaan wanita itu. Pada setiap pil terdapat perbandingan kekuatan estrogenik (lebih dominan estrogen) atau progestogenik (dominan progesteron), melalui penilaian patrun menstruasi.
Berikut ini adalah berbagai nama paten pil KB yang dipasarkan.
Progesteron Kuat Estrogen Lemah
Anovlas Ovulan
Gynovlar Validan
Noriestrine Lyndiol
Anacycline Noracycline
Ovosta Conovid E
Eugynon Previson
Norinyl Ortho Novum
Microgynon 60 ED Nuvocim
Microgynon 30 ED

Keuntungan memakai pil KB

1. Bila minum pil sesuai dengan aturan dijamin berhasil 100 %

2. Dapat dipakai pengobatan beberapa masalah : Ketegangan menjelang masturbasi,Pendarahan menstruasi yang tidak teratur,Nyeri saat menstruasi, dan Pengobatan pasangan mandul

3. Pengobatan penyakit endometriosis

4. Dapat meningkatkan Libido

Efek Samping / Komplikasi

a. Gangguan siklus haid / menstruasi

b. tekanan darah tinggi

c. berat badan naik

d. jerawat

e. kloasma / bercak-bercak coklat kehitaman pada wajah

f. tromboemboli

g. produksi ASI berkurang

h. gangguan fungsi hati

i. varises

j. perubahan libido

k. depresi

l. kandidiasis vaginal

m. pusing / sakit kepala / migran

n . mual dan muntah

o. rasa penuh, tegang dan nyeri pada payudara

2.6.3 Suntikan

Metode suntikan KB telah menjadi bagian gerakan Keluarga Berencana Nasional serta peminatnya makin bertambah. Tingginya minat pemakai suntikan Keluarga Berencana, Oleh karena aman, sederhana, efektif, tidak menimbulkan gangguan dan dapat dipakai pada pasca persalinan.
KB suntikan adalah alat kontrasepsi berupa cairan yang berisi hanya hormonprogesteron disuntikan kedalam tubuh wanita secara periodik.

Jenis Obat Suntikan :
1. Golongan progestin, misalnya : depoprovera 150 mg (disuntikan tiap 3 bulan) Noristerat (tiap 2 bulan)
2. Golongan progesterin dengan campuran estrogen propionat, misalnya cyclofem (tiap 1 bulan)

Efek Samping / Komplikasi
1. Gangguan siklus haid / menstruasi
2. Depresi
3. Keputihan (leukorea)
4. Jerawat
5. Rambut rontok
6. Perubahan berat badan
7. Pusing / sakit kepala / migran
8. Mual dan muntah
9. Perubahan libido

2.6.4 Implan

Susuk KB yang diperkenalkan di Indonesia sejak 1982 dapat diterima masyarakat sehingga Indonesia merupakan negara terbesar pemakai norplant. Susuk KB disebut alat KB bawah kulit (AKBK). Kini sedang di uji coba susuk KB satu kapsul yang disebut implonen. Implan adalah : alat kontrasepsi berbentuk kapsul silastik berisi hormon jenis progestin (progesteron sintetik) yang ditanamkan di bawah kulit.
Jenis
Terdiri dari 6 kapsul silastik dimana setiap kapsulnya

Terdiri dari 1 kapsul silastik berisi 60 mg 3-ketodesogestrel dan 66 mg kapolimer EVA.

Terdiri dari 2 kapsul silastik berisi levonorgestel 75 mg.

Teknik pemasangan susuk KB.
Prinsip pemasangan susuk KB adalah dipasang di lengan kiri atas dan pemasangan seperti kipas mekar dengan 6 kapsul.
Teknik pemasangan susuk KB adalah sebagai berikut :

Rekayasa tempat pemasangan dengan tepat seperti kipas terbuka.

Tempat pemasangan di lengan kiri atas, dipatirasa dengan Lidokan 2 %.

Dibuat insisi kecil, sehingga trocar dapat masuk.

Kapsul dimasukkan kedalam trokar, dan didorong dengan alat pendorong, dimasukkan sampai terasa tidak ada tahanan.

Setelah 6 kapsul dipasang, bekas insisi ditutup dengan tensoplast.

Keuntungan metode susuk KB
1. Dipasang selama 5 tahun
2. Kortrole medis ringan
3. Dapat dilayani di daerah pedesaan
4. Biaya ringan
Cara Kerja
1. menekan okulasi yang akan mencegah lepasnya sel telur (ovum) dari indung telur.
2. Mengentalkan lendir mulut rahim sehingga sel mani / sperma tidak mudah masuk kedalam rahim.
3. Menipiskan endometrium sehingga tidak siap untuk nidasi.

Efek samping / komplikasi

Gangguan siklus haid

Expulsi implan

Perubahan berat badan

Jerawat

Rasa nyeri / perih / pedih payudara

Gangguan fungsi hati

Perubahan libido

Pusing sakit kepala / migran

Nyeri perut bagian bawah

Kloasma (bercak-bercak coklat kehitaman pada wajah)

Trombaf lebitis / atau tramboembali

Infeksi pada luka insisi

Perubahan perasaan

Gangguan pertumbuhan rambut

2.6.5 Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDK / IVD)

Mempunyai sejarah perkembangan yang panjang sebelum generasi III dengan keamanan, efektifitas, dan penyakit tidak begitu besar. Jadi kontrasepsi dalam rahim adalah “Suatu alat kontrasepsi yang dimasukan kedalam rongga rahim wanita.

Cara Kerja
1. Menimbulkan reaksi jaringan sehingga terjadi serbukan sel darah putih
2. lilitan logam menyebabkan reaksi anti fertilitas
3. mengurangi jumlah sperma yang mencapai tuba fallopi dan menginaktifkan sperma.

Keuntungan AKDR
1. Dapat diterima masyarakat dengan baik
2. pemasangan tidak memerlukan medis teknis yang sulit
3. kontrol medis yang ringan
4. penyulit tidak begitu berat
5. pulihnya kesuburan setelah AKDR dicabut berlangsung baik

Efek Samping / Komplikasi
1. Gangguan pendarahan
2. Infeksi
3. Keputihan
4. Expulsi / AKDR
5. Perforasi / Translokasi
6. Rasa mules / nyeri / kram perut bawah
7. Rasa nyeri pada alat kelamin suami

2.6.6 Kontrasepsi Mantap ( sterilisasi)

Kontrasepsi mantap atau sterilisasi merupakan metoda KB yang paling efektif, murah, aman, dan mempunyai nilai demografi yang tinggi. Jadi kontrasepsi mantap adalah “suatu cara kontrasepsi permanen baik pada pria atau wanita, dilakukan dengan tindakan operasi kecil untuk mengikat / menjepit / memotong saluran telur (perempuan) atau menutup saluran mani (laki-laki).

Jenis- jenis nya :
1. Kontrasepsi mantap (kontap) pada wanita disebut tubektomi
2. Kontrasepsi mantap (kontap) pada pria disebut vesektomi

Cara Kerja

Tubektomi : mencegah bertemunya sel telur dengan sperma karena saluran sel telur (tuba fallopi) yang menuju diputus (tubektomi minilapa ratomi) atau dijepit (laparoskopi) berisi levonorgetrel sebanyak 26 mg.

Vasektomi : mencegah spermatozoa bertemu dengan teknik yang banyak digunakan saat ini adalah vasektomi tanpa pisau (VTP) atau Non Scalpel Vasectomy.


Kontap Wanita / Tubektomi
1. Reaksi alergi anestesi
2. Infeksi
3. Perforasi rahim
4. Perlukaan kandung kencing
5. Perlukaan usus
6. Perdarahan mesosolping

Kontap Pria / Vasektomi
1. Reaksi alergi anestesi
2. Perdarahan
3. Hematoma
4. Infeksi
5. Granuloma sperma
6. Gangguan psikis

2.7 KONTRASEPSI BARU

Penelitian kembali membuahkan hasil yang menggembirakan. Studi terbaru menemukan pilihan kontrasepsi baru untuk memperkaya pilihan bagi pasangan yang ingin menggunakan. Kali ini, kontrasepsi yang ditemukan bukan bagi perempuan, seperti yang telah banyak tersedia, tetapi bagi laki-laki. Para peneliti dari China menyatakan, injeksi testosteron setiap bulan merupakan metode kontrasepsi yang aman, efektif, dan terpercaya bagi laki-laki.

Hasil studi yang dipublikasikan di Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism ini, didasarkan pada evaluasi terhadap 1.045 laki-laki China yang sehat dan subur."Kami sangat puas dengan hasil temuan dari studi ini," terang peneliti Dr. Yiqun Gu, seperti dikutip situs foxnews.

Golongan kontrasepsi hormonal bagi laki-laki ini, terang Gu, menawarkan alternatif yang baru dan efektif bagi pasangan yang tidak bisa atau lebih suka tidak menggunakan alat kontrasepsi yang berorientasi pada perempuan sepanjang masa reproduksi.

Laki-laki yang berperan sebagai partisipan dalam studi mempunyai rentang usia antara 20 dan 45 tahun. Mereka paling tidak telah mempunyai satu anak, 2 tahun sebelum studi dimulai. Sedangkan pasangan perempuan mereka berusia antara 18 dan 38 tahun dan semuanya mempunyai tingkat kesuburan normal.

Laki-laki tersebut menerima suntikan testosteron setiap bulan selama 30 bulan. Selama 6 bulan pertama, partisipan diperiksa untuk memastikan kalau suntikan telah efektif mengeliminasi atau secara signifikan mengurangi jumlah sperma dalam air mani mereka. Selanjutnya, hanya partisipan dengan sedikit atau tanpa sperma yang diijinkan untuk melanjutkan studi selama 24 bulan ke depannya.

Selama masa follow-up terjadi 9 kehamilan. Artinya, terang Gu, angka kegagalan kontrasepsi ini adalah 1/100 laki-laki. Angka ini, lanjut Gu, sangat bagus dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain, termasuk kondom dan pil kontrasepsi.

"Selama masa studi tidak ditemukan adanya efek samping yang serius. Selain itu, setelah penghentian suntikan, kemampuan memproduksi sperma pada laki-laki tersebut kembali normal," terang Gu.

Akan tetapi, terang Gu, masih diperlukan studi lebih lanjut untuk memastikan keamanan penggunaan dalam jangka panjang. Selain itu, terang dia, diperlukan penyulingan untuk memastikan kalau laki-laki tersebut sama sekali tidak memproduksi sperma selama pemakaian kontrasepsi.

2.8 SYARAT PENGGUNAAN ALAT KONTRASEPSI

Faktor yang mempengaruhi pemilihan kontrasepsi adalah efektivitas, keamanan, frekuensi pemakaian dan efek samping, serta kemauan dan kemampuan untuk melakukan kontrasepsi secara teratur dan benar. Selain hal tersebut, pertimbangan kontrasepsi juga didasarkan atas biaya serta peran dari agama dan kultur budaya mengenai kontrasepsi tersebut. Faktor lainnya adalah frekuensi bersenggama, kemudahan untuk kembali hamil lagi, efek samping ke laktasi, dan efek dari kontrasepsi tersebut di masa depan. Sayangnya, tidak ada metode kontrasepsi, kecuali abstinensia (tidak berhubungan seksual), yang efektif mencegah kehamilan 100%. Syarat-syarat kontrasepsi yang sebaiknya dipenuhi adalah :

Kontrasepsi tersebut aman digunakan

Tidak memiliki efek samping yang berbahaya

Tidak mengganggu hubungan seksual

Mudah penggunaannya dan murah biayanya

Tidak memerlukan pengawasan khusus ketika digunakan

Dapat ditentukan lama kerjanya

2.9 REMAJA DAN KONTRASEPSI

Pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dan seks pranikah belum memadai sehingga masih banyak kasus kehamilan yang tidak diinginkan. Di lain pihak, pemerintah tidak melayani kebutuhan kontrasepsi bagi remaja dan wanita belum menikah.

Dalam Data Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) tahun 2003 disebutkan bahwa dari 37.000 responden remaja dan perempuan belum menikah, 22 persennya mengalami kehamilan tak diinginkan.

"Remaja dan wanita belum menikah sebenarnya termasuk kelompok unmet needsatau akseptor KB yang tidak terlayani," kata Priya Subroto dari PKBI.

Kalangan remaja memang sudah termasuk dalam program sosialisasi BKKBN. Namun, hal itu berkaitan dengan tujuan MDGs yakni menurunkan angka pernikahan dini.

Saat ini, usia pernikahan pertama di Indonesia rata-rata antara 19 dan 24 tahun. Namun, data menunjukkan, 15,6 persen wanita menikah pada usia kurang dari 16 tahun. Priya mengungkapkan, remaja juga memiliki hak inividual untuk mendapat pelayanan kontrasepsi.

"Bila pemerintah tidak bisa memenuhi kebutuhan itu karena alasan tidak ada undang-undangnya, maka lakukan saja kemitraan dengan LSM," katanya.

Perilaku seksual remaja yang bermasalah dan harus disoroti adalah seks di luar nikah, seks tidak aman, dan seks berganti-ganti pasangan. Perilaku itu dapat berakibat fatal karena berisiko tinggi mulai dari kehamilan di luar nikah, tertular penyakit HIV/ AIDS, aborsi tidak aman, hingga kematian.

Remaja adalah kelompok penduduk yang berusia antara 10-19 tahun, sehingga kesehatan reproduksi remaja memperhatikan kebutuhan fisik, sosial, dan emosional kaum muda.
Sebagian besar kaum muda akan aktif secara seksual pada masa-masa remaja mereka. Dengan demikian, remaja memiliki kebutuhan yang lebih besar dari sebelumnya untuk akses ke bentuk-bentuk kontrasepsi yang dapat diterima dan handal, apabila mereka ingin menghindari Kehamilan yang Tidak Diinginkan hingga terjadinya abortus seperti yang terjadi pada Sita, yaitu gadis remaja 17 tahun dengan 7 orang anak, yang pernah melakukan aborsi dan melahirkan anak diluar nikah dengan 3 orang laki-laki yang berbeda-beda, yang menjurus pada terjadinya KTD.
Remaja sebenarnya tidak membutuhkan alat kontrasepsi, tetapi pada beberapa kasus dimana terjadi remaja telah seksual aktif , bahkan kadang-kadang pernah melakukan aborsi biasanya dilakukan konseling untuk mencari jalan keluarnya. Setelah melalui proses konseling, dapat diketahui prilaku remaja tersebut dan bila memang sulit untuk dihentikan aktivitas seksualnya dan tidak/belum mau menikah maka dapat dipertimbangkan konseling untuk penggunaan alat kontrasepsi. Oleh karena itu, peran petugas kesehatan sangat penting seperti memberikan pembinaan bagi remaja yang bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan prilaku hidup sehat bagi remaja, memberi pelayanan kontrasepsi, disamping menangani masalah yang ada.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Pelayanan KB Mandiri melalui dokter, bidan praktek swasta, apotik, toko obat atau sarana pelayanan lainnya tersebut merupakan peningkatan peranan oleh tanggung jawab masyarakat baik perorangan, organisasi profesi maupun sektor swasta dalam pelaksanaan kegiatan KB, sehingga dengan demikian kegiatan ini merupakan perwujudan dari pelembagaan dan pembudayaan norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera sehingga dengan demikian kegiatan ini perlu terus di bina dan dikembangkan sehingga dapat menjangkau ke seluruh kota / wilayah di tanah air.

3.2 Saran

Aturan-aturan yang diterbitkan hendaknya tetap berpedoman pada pengamanan dengan kemudahan yang maksimal, sehingga maksud untuk menyenangkan masyarakat dengan kesertaan KB yang profesional dan bermutu tinggi dapat tercapai dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

· Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1985. Buku Pedoman Petugas Klinik Keluarga Berencana, Departemen Kesehatan, Indonesia.

· Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1999. Pedoman Penanggulangan Efek Samping / Komplikasi Kontrasepsi, Jakarta.

· Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1989. Aspek-Aspek Kesehatan Keluarga Berencana, Jakarta.

· Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1987. Keterpaduan Keluarga Berencana Kesehatan, Jakarta.

· Bagus, Ida. 1989. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan Keluarga Berencana, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar